Rabu, 07 Januari 2009

muanya karya zih

camlikum,,,
tolong kch coment ya..hsl krya zih muax..



penghuni gerbong depan

Kehidupan selalu berputar, sebagaimana roda waktu yang selalu bergulir cepat.hidup akan di lema akan suka dan duka. Bahkan hidup bias diliputi akan rasa takut. Rasa takut mihadapi dunia. Tapi smuanya akan mudah jika kita tahu cara menghadapi keganasan hidup.

Kita ta penah memikirkan bahkan tak mau tahu kehidupan oran lain. Bahkan kehidupan seseorang yang tidak kita kenal. Yang kita pikirkan hanyalah bagaimana caranya agar kita dpt hidup dalam pusaran kehidupan yang selalu berputar dan kita selalu berusaha tetap kokoh berdiri agar tidak terjatuh dan tenggelam kedalam pusaran kehidupan.

Kita tak pernah peduli akan nasib orang lain, akan hidup orang lain.kitav tk pernah tahu tentang hidupseseorang yang sering kita temui. Seperti kehidupan penghuni gerbong depan ini.

***

Tut,,tutt…kereta melaju cepat. Suaranya yang bising memecahkan datangnya fajar, mengalahkan suara-suara jangkrik yang baru keluar dari singasananya.matahari enggan menampakan diri. Kabut mulai datang menyelimuti menutupi sinar sang surya.

Dingin merasuki pagi, membuat manusia malas untuk bangkit dan membuat manusia benci harus kembali menghadapi kerasnya hidup.mereka kembali merapakan selimutnya.

Berbeda dengan penghuni gerbong depan.walau cuaca tak mengizinkanya menapaki tanah ia tetap membawa swmangat yang membara dan melangkahkan kaki kedalam kereta.

Kereta berhenti melaju di depan stasiun.semua penumpang berebut masuk saling mendorong saling caci maki. Hanya berusah mencari tempat yang nyaman.

Pukul 23.10 kereta terakhir jurusan Jakarta bandung. Perlahan kereta mulai kosong. Dengan langkah pelan penghuni gerbong depan itu menyeret kakinya beranjak pergi ke sebuah gubu kecil yang tak jauh dari stasiun bandung,

“Assalamualikum.” Ucapnya dengan suara serak seray mendoakan orang-orang di dalm rumah.

“ Walaikum salam,,eh bapa sudah pulang.” Jawab istrinya dengan lembut.

“ Aduhh bu,,bapa capek sekali. Mana ujanng dan siti? Kebetulan bapa the bawa oleh-oleh. “

“ari bapa,,jam segini mah atuh mereka the sudah pada tidur. Bapa the bawa apa? ”

Tanya istrinya marni dengan logatnya yang khas.

“ Tadi bapa dikasih nasi bumgkuskomplit. Ya udah atuh bapa tidur dulu.”

Sahut pak Ahmad si pemilik suara serak itu sambil mencium kedua anaknya yang terlelap.

***

“ Allahuakbar..Allahuakbar..”adzan shubuh berkumandang. Penghuni gubuk kecil itu terbangun mendengar panggilan untuk beribadah. Adalah waktu yang tepat untuk mengadu kepada tuhan akan pelbagai masalah.

“ Ujang,, Siti,, ayo bangun kita shalat berjamaah.’teriak pak Ahmad.

“huah..masih ngantuk ah pak..”ucap si sulung

“ Iya Siti kan masih pingin tidur.” Tambah si bungsu

“Eleuh-euleuh masa anak-anak bapak pada kebluk. Hayu ah bangun bapak bawa oleh-oleh tuh. “:

“hah?? Oleh-oleh??” teriak keduanya.mereka terhentak dan matnya menjadi segar mendengar kata-kata itu

“Sudah nanti dulu oleh-olehnya, kita shalat berjamah dulu.” Ujar Marni istri pak ahmad.

Keluarga itu bersam-sama menghadap tuhan. Berdoa meminta rizki dan perlindungan.

“mana oleh-olehnya??yach.. kok cuma nasi bungkus.” teriak Siti dengan wajah yang cemberut.

“ Eh,,Siti gak boleh gitu. Semua itu harus di syukuri. Banyak loh orang yang ga bias makan.” Ucap si sulung dengan bijak.

“ Bener tuh kata Aa.. wah, ternyata anak bapak sudah besar ya..”

“Sekarang makannya sama-sama aja supaya lebih enak.” Ujar bu marni. Ujang dan Siti berebut makan di selingi tawa.

Keluaga yang begitu indah. Meskipun tinggal di gubuk yang kecil mereka tetap bahagia. Padahal mereka berada di roda kesusahan.

***

“Assalamualaikum..mak Ujang sama Siti sudah pulang.” Teriak keduanya.

“ Eh anak emak udah pulang.” Ujang dan siti mencium punggung tangan emak yang mulai keriput.

“ Kalian berdua cepetan mandi. Nanti bantuin emak ikin nasi uduk ya.”

“ Emang ada yang hajatan ya mak?” Tanya siti polos

“ Masa kalian the lupa hari ini the bapak ulang tahun,Cuma skedar syukuran aja. Kan udah lama keluarga kita gak kumpul-kumpul.”jelas Marni

“ Asyik.. ya udah Siti mandi dulu.” Sorak Siti sambil menarik lengan kakaknya,

***

Kereta jurusan Jakarta- bandung itu melaju.suarnya bersahut-sahutan dengan suara petir. Hujan mengguyur kereta. Kereta pun mulai menelusuri rel-rel yang layu. Penjahat licik mulai beraksi tanpa pikir panjang rel-rel itu di bongkar dan dijual hanya untuk kesenangan hidup semata. Tanpa memikirkan kejadian apa yang akan terjadi.

Kereta jurusan Jakarta- bandung itu terus melaju. Melintasi rel-re tua dan terowongan yang gelap. Hujan pun semakin deraspetir mulai berteriak sejadi-jadinya.

Kereta jurusan Jakarta- bandung itu terus melaju. Melintasi rel-rel yang menghilang. Bersamaan dengan suara petir keretapun terjatuh kedalm jurang yang cukup curam. Semua penumpang tidak dapat terselamatkan. Begitu pula dengan penghuni gerbong itu.

By; Nilna Astuti Assyifa









Tentang dirinya...

Entah sejak kapan kisah ini di mulai. Kisah ini begitu tenang bagaikan ayar yang mengalir dari singasananya. Mengalir lembut tanpa timbulnya tindak kekerasan. Yang aku tahu kisah ini berawal dari datangnya seorang anak autis yang selalu diremehkan sebagai pemberat hidup. Aku tak kan menceritakan kejamnya mereka mencaci anak-anak autis. Tapi kisah ini bercerita tentang seorang anak autis yang membuat diriku kembali berani meniti lembah kehidupan.

Beberapa waktu yang lalu, keluargaku kedatangan seorang tamu yang tak lain adalah kakak ibuku. Wajahnya begitu pucat seakan-akan sedang bingung dengan suatu masalah. Pamanku dating sambil berlari menarik lengan anaknya. Kemudian ibuku mengajak pamanku kedalam. Aku sedikit tak mengerti apa yang mereka bicarakan. Tapi yang pasti anak itu sakit dan pamanku mau menitipkannya kepada kami.kulihat raut wajahnya, dia begitu cantik kulitya putih tak ada satupun yang ganjil. Ku lihat kakinya tidak cacat. Aku tak mengerti ada apa. Yang asing darinya ia membawa sebuah buku cataan yang lucu dan anak itu selalu menekuk wajahnya kemudian menulis sesuatu dibuku itu dengan cepat. ketika kucoba intip apa yang ia tulis dengan cepat ia dekap bukunya kemudian menatapku dengan tajam. Beberapa detik kemudian ia kembali tenggelam dalam bukunya.

Akhirnya pamankupun pergi.anak itu tak sedikitpun menitikkan air mata bahkan menjerit seperti anak-anak lainnya jika ditinggalkan orangtuanya. Mungin dia akan menangis jika ku baker buku itu.

Ibuku membawa masuk anak itu.”mia..,mia” itu yang ibuku teriakan padanya. Mungkin namanya Mia. Melihat kebingunganku ibu langsung bercerita sambil membereskan baju-baju Mia.

Mia sungguh anak yang malang. Dia mengidap autis. Penyakit yang % diderita oleh anak-anak diseluruh dunia. Menurut beberapa ilmuan autis disebabkan oleh mutifaktorial. Padahalbiasanya autios jarang sekali diidap oleh perempuan. Tapi yang membuat tulang sendiku sedikit ngilu yaitu dengan keadaan ibunya.saat hamil 9 bulan ibunya gila karana obsesinya menjadi penulis kandas gara-gara di tipu oleh salah satu penerbit palsu. Ia kehilangan berjuta-juta uang dan mimpinya. Saat dilahirkan mia tidak terlihat seperti anak autis.namun sejak berumur 5 tahun baru terlihat.karna obsesin ibunya pupus aya Mia selalu menekannya untuk menjadoi penulis. Tapi karma keautisannyalah ia dititipkan.pamanku pusing harus mengurus istri gila dan anak autis. Katanya ia mau membawa istrinya berobat keluar kota.

Pamanku bilang mia harus tidur yang jendela kamarnya menghadap kelangit. Kebetulan kamar itu kosong. Akhirnya Mia pun tidur disitu. Pamanku juga mengingatkan jangan mencba untuk mengambil bahkan mengntip buku milik mia. Karma suatu waktu pamanku pernah mencoba mengambil bukunya dan alhasil mia berteriak sejadinya sambil menendang-nendang pamanku.mendengar hal itu ku urungkan niatku untuk membakar buku itu. Daripada aku harus dihantui teriakan monster kecil itu bukan??

Hari berganti hari. Anak itu tak pernah luput dari bukunya.selama ia tinggal bersama kami ia selalu menulis dan menulis. Pernah suatu hari ibuk mencoba melihat isi buku Mia saat ia sedangg tidur. Mia pun bangun dan terkejut.ia langsung menjerit-jerit..ia menendang-nendang perut ibuku. Ibuku kaget melihat Mia seperti itu, saat aku mau membantu ibuku Mia berteriak.

“ pergi..pergi”mendengar ia berbicara aku tercengang. Kukira anak autis itu bisu.bru kulihat ia berbicara selama ia tinggal bersama kami.

Hingga larut malam dia tak berhenti menangis. Hal ini mengganggu diriku tuk menyelesaikan skripsiku yang tak kunjung selesai. Hingga beberapa menit kemudian akhirnya Mia pun tertidur,mungkin karma kecapaian. Malangnya anak itu.

Esoknya aku mengajal Mia bermain ke kebun di belakang rumah. Ia tetep tak berkutik.kemudian kucoba ajak ia bercanda tapi ia tetap terpaku dan menulis.aku kembali berfikir untuk mengalihkan perhatiannya. Ku keluarkan beberapa butir manik-manik. Ku sodorkan kea rah sudut matahari maka akan muncul warna pelangi yang berkelap-kelip.sepertinya ia tertarik.

“ Mia mau?? “tanyaku hati-hati.matanya seakan berkata.”ambilkan aku satu.”tanpa fakir panjang ku simpan mnik-manik itu diatas tangannyatanpa mengambil bukunya. Ia tersenyum.manis sekali.baru kulihat ia tersenyum. Hinngga beberapa detik kemudian ia menjatuhkan manik-manik itu dan kembsali menulis.ya setidaknya dia tersenyum.hari demi hari kami semakin dekat dan semakin sering bermain bersama. Sering kudapati dia tidak menulis tapi ia melihat bintang-bintang di angkasa.namun semakin hari wajahnya semakin pucat.karna selain autis dia pun mengidap penyakit jantung.padahal aku sering beri ia obat. Tapi tak tau entah ia makan atau tidak.

Hingga sutu hari, hari itupun dating. pagi sekali aku sudah berpakaian rapi untuk mempresentasikan skripsiku. Akupun meminta doa pada ibuku pun pada mia.mia memegang tanganku sembari tersenyum, mungkin sesama perempuan kita berdua saling mengerti perasaan satu sama lain.

Hari itu aku sangat senang sekaliaku berhasil menyelesaikan kripsiku dengan baik.tentang penyakit autis yang terinspirasi dari kegigihan mia.tak sabar tuk peluk mia dan mengucap beribu kasih kepadanya.

Tapi saat kakiku menginjak mulut gerbang rumahku.banyak sekali orang-orang berkerrumun di dalam.termasuk pamanku yang tak lain ayah Mia. Saat beranjak masuk lebih dalam kulihat sesosok manusia yang taka asing rautnya.tengah terbaring ditutupi selembar kain. Kepalaku terasa pening akupun terjatuh. Gelap.

Mia meninggal karna penyakit jantungnya kumat. Kebetulan ibuku sedang keluar sebentar. Dan Mia yang lemah itupun tak dapat terselamatkan.

Malam itu ku bereskan kamar Mia yang penuh dengan kenangan.kembali teringat masa-masa indah bersama. Ku tengok mejanya.aku setengah terkehut melihatnya.perlahat kubaca bait demi bait dari bukunya. Deg!!! Puisi yang begitu indah.ku baca satu puisi yang menarik. Tentang bintang yang menidurkannya.semenjak itu aku bertekad untuk lebih berani meniti kehidupan.buku puisi itu kukirimkan ke sebuah penerbit atas nama Mia.honormya kukirimkan kepada pamanku untuk pengobatan istrinya.

Semuanya begitu indah tuk di takdirkan.

Wahai bintang yang menghiasi langit..

Terselip dalam gelapnya malam..

Bersatupadu dalam gelapnya malam..

Membentuk pelangi dalm hati..

Mendendangkan lagu sunyi dalam mimpi..

Menemani kesendirianku yang kekal..

Menidurkan diriku yang membatu,,

Ku mohon bintang,,

Bisikan pada mereka,,

Disini aku sendiri..

Terkurung dalam gelapnya waktu,,





dh byk cerpen yg zih krm,,tp knp ya,,ga d trima mlu,,
y duain jha ya..byar di lancarkan amin...

hx dpt Qw blz dgn cnta

Sosoknya adalah berharga..

Hal terpenting dalam hidupQw..

Bhkan hdup Qt,hdp Qt d dunia,,

Tanpa ia,,bumi kan rapuh..

Kehilangan sosok malaikat itu,,

Malaikat itu,,

Yg m’bwa cnta d stiap langkahx

Yg gentar melawan makna..

Ialah guruQw..

guruQw,,

cntAmu tak kn raib di telan waktu,,

murid”mu yg kcil nie..

hx dpt menadah cntamu tnpa m’balsnya..

guruQw..

tk prnh Qw lht drmu..

mengukir muram dalam wjh..

mlukis sendu dlm haty..

mski kelut sdg kw tabuh sndiri..

meski hujan sdg mengutuk drimu…

guruQw,,,

kasihmu adalah ayar bgy Qta smua..

ayar yg menyejukan haty..

d stiap ruang sudut Qt bersama..

gruQw…

mski kmi m’nusuk htymu..

mski kmi m’bwt drum rncam..

mski km m’nancpkn ksdhn yg melulu..

kw tk prnh b’hnti m’bina km dgn cntmu yg indah itu,,

hx senyum mnis yg ada..

guruQw..

dr stiap dtik yg kw beri..

dr stiap ksh yg terpancar

dr stiap lngkhmu yg berarti..

sampai kapan pun tk kn t’gnty

bhkn oleh permata di ats menara..

gruQw..

hx sdikt yg bs qw laku..

hx setitik yg bs Qw aliri..

mski itu..

Qw cnta kw,,,

Cnta Qt kn b’stu dlm satu telaga..

Meski sulit untuk qw blz..

Smuax…

Hx dptQw blz dgn cntaQw yg tulus nie..

Miss maphin mua kslhn zih ya….We luph u…

klu ni puisi buat miss ela..
krg dya g jd wali kelas Qta lg..
uuuuu,,
cdhx..
dh dlu y,,tunggu ksh zih selanjutnya,,
bye,,
to be continued...

1 komentar: